Selasa, 20 Oktober 2015

Telah Tersebar Kabar Kalau Samsung Ungkap Tablet Misterius Galaxy View

Samsung Ungkap Tablet Misterius Galaxy View
Tampaknya sudah menjadi kebiasaan baru bagi Samsung untuk memberikan sedikit bocoran mengenai produk baru miliknya di setiap akhir jumpa pers.
Apabila Samsung membocorkan Gear S2 di akhir peluncuran Galaxy Note 5, di ajang IFA vendor asal Korea Selatan tersebut memperlihatkan tablet terbarunya, Galaxy View.
Sayangnya, Samsung sedikit pelit informasi untuk produk tablet tersebut. Di atas panggung, Galaxy View hanya ditunjukkan dalam bentuk gambar.
Berdasarkan "bocoran resmi" tersebut, Galaxy View diperlihatkan memiliki kickstand atau dudukan mandiri, kemungkinan menempel di bagian belakang tablet. Tampaknya, sandaran tersebut dapat digunakan untuk mengatur sudut terbaik untuk melihat layar.
Keunikan dari Galaxy View akan terletak di bentang layarnya. SebagaimanaKompasTekno rangkum dari Phone Arena, Jumat (4/9/2015), perangkat ini akan memiliki layar berbentang "raksasa", lebih besar dari kebanyakan tablet yang beredar selama ini.
Samsung memang belum membocorkan bentang layar tersebut. Akan tetapi, menurut rumor yang berkembang, ia memiliki layar sebesar perangkat TV, yakni 18,4 inci dengan dukungan resolusi 1.920 x 1.080 piksel.
Sayangnya, jenis layar yang digunakan baru TFC LCD, bukan layar berjenis Super AMOLED seperti yang selama ini digunakan di tablet Samsung.
Dari segi spesifikasi, perangkat tersebut dikabarkan akan dipersenjatai Exynos 7580 1,6 GHz octa-core, RAM 2 GB, dan media penyimpanan 32 GB yang dapat ditingkatkan menggunakan kartu microSD.

Adakah yang Tahu "Breathing House", Rumah Ramah Lingkungan Cocok untuk Indonesia

Breathing House Rumah Ramah Lingkungan Cocok untuk Indonesia
Desain rumah di Indonesia pada dasarnya harus mampu mengakomodasi iklim tropis. Ventilasi, dan ruang terbuka untuk mendapatkan cahaya menjadi dua cara membangun rumah sesuai dengan iklim Indonesia. Salah satunya adalah "Breathing House" atau "Rumah Bernapas" yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan.
Sang pemilik merupakan suami istri yang telah memiliki dua anak. Mereka menginginkan sebuah hunian yang nyaman, ramah lingkungan, dan mampu merepresentasikan diri mereka. Karena itu, Atelier Riri, sang arsitek membuat "Breathing House" guna mengakomodasi keinginan tersebut.
Berlokasi di Griya Loka, sebuah area rimbun di pinggiran kota Jakarta, "Breathing House" fokus pada bagaimana udara dan cahaya bisa masuk secara natural ke dalam rumah. Fokus itu semakin nyata mengingat lingkungan di Griya Loka terkenal sebagai kawasan hijau.
Dibangun di atas lahan seluas 320 meter persegi, "Breathing House" terdiri dari tiga lantai dengan fungsi berbeda. Lantai pertama didedikasikan sebagai ruang publik yang dirancang untuk seolah-olah dapat bernapas melalui ventilasi besar pada pola lubang di beberapa bagian rumah.
Rumah yang dibangun pada 2014 ini berpusat pada satu titik berupa lubang kosong besar yang memiliki atap kaca di atasnya. Di bawah atap kaca tersebut ada kolam renang yang bertujuan untuk menurunkan suhu ruangan secara alami. http://www.kabarini.com/
Lantai dua dijadikan sebagai kamar tidur pribadi, ruang kerja dan ruang tamu. Sementara itu lantai tiga berisikan taman atap sebagai tambahan ruang terbuka dan juga ruang untuk aktivitas outdoorkeluarga.
Bahan-bahan alami dan ramah lingkungan seperti batu bata, gain reinforced cement (GRC) dan logam daur ulang digunakan Atelier untuk mendapatkan desain baru kontemporer "Breathing House." Nuansa ramah lingkungan semakin terasa dengan teknologi daur ulang air hujan untuk menyiram tanaman dan mencuci mobil.
Atelier mengharapkan "Breathing House" mampu mewakili identitas rumah keluarga modern yang ramah lingkungan bagi orang Indonesia.


Bagaimanakah Dapur Pacu dari Xperia Z3 Plus: Kamera High-End, Layar Standar

Review Xperia Z3 Plus Kamera High-End, Layar Standar
Mulanya diluncurkan sebagai "Xperia Z4" di Jepang, kemudian ganti nama jadi "Xperia Z3 Plus" tatkala masuk pasar global.
Begitulah cara Sony memperkenalkan lini smartphone teranyarnya. Menyasar kelas menengah ke atas, ponsel ini disandingkan dengan Samsung Galaxy S6, HTC M9 One dan LG G4.
Di Indonesia, Z3 Plus meluncur resmi pada 24 Juni 2015 dengan dua varian berdasarkan slot kartu SIM. KompasTekno berkesempatan mengulas ponsel dengan varian dua SIM, atau disebut "Xperia Z3 Plus Dual". Berikut penjabaran lengkapnya.
Desain khas Sony versi lebih tipis
Pabrikan Jepang ini masih mengusung desain berkarakter sama dengan produk Xperia lainnya. Kotak, sederhana, terkesan kaku namun elegan.
Jika dilihat sepintas, tak ada perubahan desain yang berarti sebagai pembeda Z3 Plus Dual dan pendahulunya, Z3. Ukurannya tetap sama 5,2 inci dan keempat sisiannya dibuat sedikit melengkung.
Bagian depan dan punggung ponsel masih dilapisi material kaca. Sisi-sisi samping juga tetap dilindungi aluminium, layaknya jejeran seri Z lain.
Yang menjadi pembeda hanya letak slot dual SIM dan microSD, serta ada atau tidaknya pelindung port USB. Pada Z3 Plus Dual, slot SIM dan micro SD dipindahkan dari sisi kanan pada Z3, ke sisi kiri.
Kali ini, Sony juga menanggalkan kebiasaannya melindungi port USB. Dengan dalih fleksibilitas, port USB Z3 Plus Dual dibiarkan terbuka.
Yoga TakaiPort USB Xperia Z3 Plus tidak diberi kover
Pun begitu, pengguna tak perlu khawatir kalau-kalau air dan debu masuk ke saluran sambung itu. Sebab, Xperia Z3 Plus Dual memiliki sertifikasi IP65 dan IP68 yang diklaim mampu menghadang air dan debu.
Adapula lubang konektor audio 3,5 mm pada sisi atas yang enggan dilindungi kover. Satu-satunya yang dipasang pelindung hanya slot dual SIM sekaligus microSD.
Yoga TakaiTampak samping Xperia Z3 Plus
Memang, rata-rata pengguna jarang membuka slot tersebut. Sehingga pelindung tak bakal sering-sering meruwetkan pengguna.
Pada sisi kanan ponsel, dipatrikan tombol pengunci ponsel, volume naik dan turun, serta tombol kamera. Bagi pengguna yang hendak mengambil gambar landscape, tombol kamera akan sangat membantu.
Yoga TakaiTampak samping Xperia Z3 Plus
Posisinya pas bagi jari telunjuk untuk landas. Konsep ini mirip dengan yang diusung camera digital.   Kamera prima, layar standar
Yoga TakaiSaat mengoperasikan kamera Xperia Z3 Plus
Sony tak signifikan membedakan lensa kamera utama pada Z3 Plus Dual dengan pendahulunya. Masih dengan kualitas 20,7 megapiksel, ISO 12800, aperture f 2.0 dan sensor 1/2.3 inci.
Jika dibandingkan dengan kompetitornya, spesifikasi ini cukup memimpin di ranah smartphone high-end. Diketahui LG G4 membenamkan kamera 16 megapiksel. Sementara itu Samsung Galaxy S6 dan HTC M9 One masing-masing menggunakan lensa 20 megapiksel.
Selama ini kredibilitas kamera Sony memang terbilang kredibel. Selain karena mereknya juga memiliki lini produk kamera sendiri, sensor kamera Sony pun kerap digunakan beberapa vendor lain.
Samsung misalnya yang beberapa kali menggunakan sensor buatan Sony. Vendor lainnya, seperti Xiaomi dan Motorola juga menggunakan sensor Sony pada beberapa produk.
Pada fitur kamera Z3 Plus Dual, saat mengaktifkan mode manual, pengguna dapat menyetel pengoperasian kamera sesuka hati. Misalnya mengatur ISO dan HDR sesuai intensitas cahaya.
Adapula beberapa efek yang tersedia untuk mendukung warna dan komposisi gambar pada situasi-situasi tertentu. Misalnya saat siang hari, malam hari, di luar ruangan dan dalam ruangan.
Dengan kualitas yang mumpuni, ada satu kekurangan saat mengoperasikan kamera Sony untuk menjepret foto. Yakni waktu penguncian gambar yang relatif lambat.
Butuh waktu sekitar 2 detik sejak menekan gambar hingga terkunci. Ini lumayan mengganggu ketika pengguna ingin memburu momen tertentu.
Untungnya, kamera Sony dibekali teknologi "Steadyshot" untuk menjaga stabilitas gambar. Jadi, walau pengunciannya lambat dan membuat tangan sedikit bergoyang, setidaknya hasil gambar akan tetap stabil dan tajam.
Berikut beberapa hasil jepretan kamera Xperia Z3 Plus di luar ruangan pada siang dan malam hari. Adapula foto yang dibidik di dalam ruang dengan intensitas cahaya memadai.
Fatimah Kartini BohangFoto siang hari di luar ruangan dengan kamera Xperia Z3 Plus Dual
Fatimah Kartini BohangFoto siang hari di luar ruangan dengan kamera Xperia Z3 Plus Dual
Fatimah Kartini BohangFoto malam hari di luar ruangan dengan kamera Xperia Z3 Plus Dual
Fatimah Kartini BohangFoto di dalam ruangan dengan kamera Xperia Z3 Plus Dual
Sebagai pembeda dengan suksesornya, Sony melengkapi fitur kameranya dengan kemampuan penyutingan video 4K. Saat menyetel perekaman, ISO maksimal diatur hingga 3200.
Dengan kemampuan ini, video yang dihasilkan lebih jernih dan terasa lebih nyata. Hanya saja, fokus kamera susah diatur saat merekam video.
Selain itu ponsel jadi cepat panas kala merekam. Aplikasi kamera beberapa kali tertutup sendiri saat mengambil video dalam kurun waktu lebih dari 7 menit.
Sebelum menyetel penyutingan video 4k, perangkat terlebih dahulu memperingati pengguna. Saat ponsel mulai panas pun layar ponsel kembali memunculkan peringatan hingga aplikasi kamera benar-benar tertutup.
Fatimah Kartini BohangPeringatan dari Xperia Z3 Plus kala mulai menyuting video 4k, memasuki menit ketiga hingga benar-benar tertutup otomatis karena panas
Sekali aplikasi kamera tertutup otomatis, pengguna harus menunggu sekitar 2 menit untuk kembali merekam peristiwa. Jika tidak, perekaman akan kembali tertutup dalam kurun waktu yang lebih singkat.
Selain membenamkan fitur perekaman video 4k, kamera Z3 Plus untuk menjepret foto mandiri (selfie) juga ditingkatkan. Pada Z3, Sony memilih lensa 2,2 megapiksel, sedangkan Z3 Plus Dual sudah mengusung lensa 5 megapiksel.
Saat selfie, foto yang dihasilkan akan terlihat natural. Kamera tak menjadikan kulit lebih putih dan mulus layaknya ponsel-ponsel zaman sekarang. Warna yang dikeluarkan juga tak terlalu tajam sehingga terkesan alami.
Fatimah Kartini Bohangselfie menggunakan kamera depan Xperia Z3 Plus Dual
Untuk layar, Z3 Plus menggunakan spesifikasi standar. Ponsel ini dilengkapi tampilan Full HD pada bentang 5,2 inci. Sebenarnya kualitas tersebut sudah cukup membuat mata nyaman berlama-lama menatap layar ponsel.
Apalagi Sony telah meningkatkan layarnya dengan membenamkan teknologi "Live Color" dan "X-Reality" yang menunjang kualitas. Namun, Jika dibandingkan dengan kompetitornya, layar Z3 Plus masih tertinggal.
Sebab, para vendor yang mengusung ponsel high-end kebanyakan sudah menggunakan layar Quad HD yang lebih jernih dan cerah. Samsung Galaxy S6 misalnya, ponsel berlayar Quad HD pada bentangan yang lebih kecil, yakni 5,1 inci.
"Zona Nyaman" antarmuka Xperia
Ponsel kelas atas ini berjalan pada sistem operasi Android Lollipop 5.0 dengan balutan antarmuka Xperia UI. Seperti yang sudah-sudah, antarmuka Sony ini bisa dibilang sederhana dan cukup ramah pengguna.
Pengoperasiaannya memudahkan dan tak ruwet. Sony tampaknya sudah menemukan zona nyaman pada rancangan antarmukanya sehingga enggan mengubah-ubah tampilannya.
Di kala para vendor kerap meningkatkan konsep antarmukanya pada tiap produk, Sony memilih peningkatan di sektor-sektor lainnya. Pengguna tak dibuat terkejut atau sedikit merasa berbeda kala menjajal antarmuka Z3 Plus.
Zona nyaman ini, pada sebagian pengguna bisa jadi kelebihan agar tak perlu menyesuaikan diri jika sebelumnya memang sudah menggunakan lini Sony. Namun, bagi sebagian orang terkesan membosankan.
Antarmuka Xperia UI ini memang terbilang sudah mumpuni untuk mendukung kinerja sebuah ponsel pintar berkelas. Fitur-fitur khas Sony seperti "Walkman" dan "PlayStation" menambah fungsi ekstra lini smartphone Sony.
Apalagi konektivitas NFC yang memudahkan pengguna melakukan transfer data atau mengganti-ganti pengoperasian tertentu ke perangkat lain dengan mudah. Misalnya saat mendengarkan musik di ponsel, pengguna dapat memindahkan suara ke perangkat speaker yang juga sudah memiliki NFC.
Performa
Selama beberapa pekan dijajal oleh KompasTekno, performa Xperia Z3 Plus untuk penggunaan standar bisa dibilang lumayan. Membuka beberapa situs sekaligus pada browser sembari mengobrol dengan teman-teman di media sosial seperti Twitter dan Facebook bisa dijalankan tanpa hambatan. http://www.kabarini.com/
Untuk media sosial yang lebih berat seperti Snapchat pun tak pernah ada gangguan sama sekali. Kapasitas baterai 2930 mAH cukup untuk menopang performa flagship dari Sony ini. Saat daya diisi ulang, Xperia Z3 Plus juga cepat bertenaga kembali dengan teknologi pengisian cepat (quick charging).
Hanya saja, pengoperasian kamera yang berlebihan akan membuat ponsel cepat panas. Terlebih jika digunakan untuk merekam video beresolusi 4k. Untuk persoalan ini, Sony telah menyediakan "obat pereda panas".
Update sistem tersebut bisa didapatkan secara OTA (over the air) melalui Xperia System Update di menu Settings perangkat, atau dengan mengunjungi situs support.sonymobile.com/update.
Melalui indikator performa PC Mark, Xperia Z3 Plus juga menunjukkan skor yang mumpuni, meski di bawah skor PC Mark LG G4 (4776).

Seperti Inilah Ulasan Seputar Xperia M4 Aqua, Ponsel Kelas Menengah Rasa "High-end"

Review Xperia M4 Aqua Ponsel Kelas Menengah Rasa High end
Xperia M4 Aqua adalah salah satu model smartphone andalan Sony di segmen menengah. Dengan ukuran layar 5 inci, ia memiliki rancangan yang terbilang mirip dengan ponsel high-end Xperia seri Z, juga dari produsen yang sama.
Bukan cuma itu, sesuai namanya, Xperia M4 Aqua pun bisa "berendam" di air karena dibekali sertifikasi IP68. Tubuhnya yang didesain agar anti-air dan debu melindungi bagian dalam berisi sederet komponen hardware yang umum ditemukan di smartphone kelas mainstream.
Sayang, desain manis Xperia M4 Aqua menyembunyikan beberapa kelemahan yang cukup mengganggu dalam pemakaian sehari-hari. Seperti apa? Simak penelusuranKompas Tekno berikut ini.
Bisa basah-basahan
Penampilan Xperia M4 Aqua yang manis dengan tubuh berbalut kaca anti-gores di bagian depan dan belakang membikin banyak orang keliru mengiranya sebagai Xperia Z. Wajar saja, karena Sony memang sengaja merancang ponsel ini agar mirip dengan sang "kakak" di segmen flagship tersebut.
Oik Yusuf/ Kompas.comTampak depan dan belakang dari Xperia M4 Aqua
Bedanya, dibandingkan model terbaru Xperia Z3 Plus, Xperia M4 Aqua terasa lebih ringan. Mungkin karena materialnya yang lebih banyak menggunakan plastik, juga ukuran layarnya yang sedikit lebih kecil.
Secara keseluruhan, ponsel-ponsel bikinan Sony memang menganut konsep desain yang sama. Berjuluk "OmniBalance", rancangan yang mewujud dalam bentuk body smartphone cenderung "kotak" ini diklaim membuat perangkat terasa mantap di tangan dan senantiasa tampak indah di mata, tak peduli dipandang dari sudut manapun.
Dalam praktiknya, Xperia M4 Aqua memang tampak "indah", namun tubuhnya cenderung terasa licin di tangan, apalagi ketika sedang dalam kondisi basah.
Oik Yusuf/ Kompas.comPort headphone dan grill speaker di sisi atas dan bawah Sony Xperia M4 Aqua
Oik Yusuf/ Kompas.comSisi kanan Sony Xperia M4 Aqua
Tapi paling tidak sisi-sisi pinggiran yang membulat bisa membuatnya terasa lebih nyaman dalam genggaman. Bagian ini memiliki tekstur kesat dengan warna keperakan mirip logam, namun sebenarnya terbuat dari plastik, bukan metal frame seperti pada Xperia Z3 Plus.
Sisi pinggir kanan dan kiri dari badan unibody Xperia M4 Aqua sekaligus memuat slot nano-SIM card dan micro-SD yang dilindungi penutup kedap air. Ada juga tombol pengatur volume, tombol daya berbentuk bundar khas Sony, serta sebuah tombol shutter untuk aplikasi kamera.
Oik Yusuf/ Kompas.comSlot nano-SIM card pada Xperia M4 Aqua terlindung di balik penutup kedap air
Oik Yusuf/ Kompas.comKonektor micro-USB pada Xperia M4 Aqua dibiarkan tetap terbuka tanpa cover khusus
Tombol shutter sekaligus memungkinkan pengguna merekam gambar saat basah-basahan, menggantikan fungsi layar sentuh yang memang tidak terpakai dalam kondisi tersebut.
Port micro-USB tidak tertutup pelindung, namun dijamin tetap anti-air. Terbukti, ketikaKompas Tekno coba merendam Xperia M4 Aqua, ia tetap sehat wal-afiat. Asalkan kedalaman air tak lebih dari 1,5 meter dan durasi "penyelaman" tak lebih dari 30 menit, sesuai sertifikasi IP68 yang dikantonginya.
Oik Yusuf/ Kompas.comXperia M4 Aqua sanggup diajak basah-basahan karena memang dirancang anti-air dan debu
Sony memang sengaja mengembangkan port micro-USB yang kedap air tanpa perlu ditutup pelindung khusus. Hal ini dimaksudkan agar pengguna tak perlu membuka cover tiap kali ingin menancapkan kabel ke perangkat untuk mengisi baterai atau mentransfer data.
Pub begitu, port micro-USB (berikut port headphone yang sama-sama dibiarkan terbuka) mesti dipastikan benar-benar kering sebelum dipakai.
Penyimpanan sempit
Xperia M4 Aqua Menjalankan sistem operasi Android 5.0 yang dilapis antarmuka ala Sony. Hingga kini masih belum ada pembaruan OS yang disalurkan Sony untuk ponsel ini.
UI tersebut tampak cemerlang di layar 5 inci Xperia M4 Aqua yang cukup tajam dengan resolusi HD (1280x720).
Bagian homescreen sudah terisi dengan sejumlah layanan Sony yang terpasang sejak awal. Aplikasi-aplikasi lain selebihnya bisa diakses dari app drawer.
Oik Yusuf/ Kompas.comSebagian elemen antarmuka UI di Sony Xperia M4 Aqua
Sayang, Sony hanya membekali Xperia M4 Aqua dengan media penyimpanan internal berkapasitas 8 GB. Sebagian besar ruangan storage sudah tersita oleh aneka layanan pre-installed tadi, sehingga hanya menyisakan ruang sekitar 3 GB yang bisa dipakai memasang aplikasi lain oleh pengguna.
Ini menimbulkan masalah pelik. Beberapa saat setelah Kompas Tekno melakukan instalasi sejumlah program, OS Android sudah menjerit-jerit karena kehabisan ruang penyimpanan, berulang kali menampilkan prompt "running out of space" dan menolak pemasangan aplikasi dari Google Play Store.
Itupun, yang dipasang baru berupa aplikasi "standar" yang biasa dipakai pengguna ponsel seperti media sosial dan beberapa software produktivitas, belum menghitung game yang instalasinya bisa sangat menyita ruang penyimpanan.
Oik Yusuf/ Kompas.comSedikitnya kapasitas media penyimpanan internal di Xperia M4 Aqua membelenggu pengguna, meski kinerja ponselnya sendiri sebenarnya terbilang lumayan
Pengguna Xperia M4 Aqua pun praktis tak bisa berkutik karena tersandera masalah storage yang mencekik. Hal ini diperparah dengan tidak adanya dukungan USB OTG sehingga menyulitkan proses transfer file dari ponsel yang bersangkutan.
Satu-satunya cara memperluas ruang gerak pada Xperia M4 Aqua adalah dengan menggunakan kartu memori micro-SD, atau layanan cloud storage yang belum tentu selalu tersedia.
Soal kinerjanya sendiri sebenarnya cukup bisa diandalkan. Xperia M4 Aqua yang dibekali prosesor octa-core 64-bit Qualcom Snapdragon 615 dan RAM 2 GB sanggup menelurkan nilai benchmark AnTuTu di kisaran 30.000.
Baterai 2.400 mAh di Xperia M4 Aqua bisa bertahan seharian. Dibantu dengan mode "stamina" khusus, ponsel ini diklaim mampu menyala selama dua hari berturut-turut.
Kamera standar
Sony dikenal sebagai produsen sensor kamera yang Andal. Tak kurang model-model smartphone dengan kamera terbaik saat ini, seperti Galaxy S6 dari Samsung, diperkuat sensor bikinan pabrikan Jepang tersebut.
Oik Yusuf/ Kompas.comUnit kamera dan LED flash di punggung Sony Xperia M4 Aqua
Sayang, hal ini tak tercermin di kualitas jepretan kamera 13 megapixel Xperia M4 Aqua yang terbilang biasa saja. Tidak istimewa untuk ukuran smartphone masa kini.
Xperia M4 Aqua kesulitan menangani scene dengan kontras tinggi di luar ruangan. Area terang tampak "botak" (blown-out), sementara area gelap tampak terlalu gelap, mengindikasikan rentang dynamic range yang rendah.
Saat dibawa ke dalam ruangan, tingkat noise yang dihasilkan cukup berhasil diredam dengan noise reduction, namun warna-warna segera berubah pucat. Beberapa contoh hasil fotonya bisa dilihat di bawah.
Oik Yusuf/ Kompas.comContoh hasil foto Xperia M4 Aqua di kondisi outdoor
Oik Yusuf/ Kompas.comContoh hasil foto Xperia M4 Aqua di kondisi indoor
Kesimpulan
Dilihat dari luar, Xperia M4 Aqua tampak menjanjikan. Apalagi, rupa fisiknya yang cantik terbilang mirip dengan Xperia seri Z sehingga sering salah dikira sebagai ponsel flagshiptersebut.
Kapabilitas anti-air adalah satu fitur high-end yang turut disematkan Sony pada Xperia M4 Aqua. Fitur yang satu ini cukup berguna karena pengguna tak perlu takut ponsel akan rusak ketika terkena air.
Tapi "kecantikan" Xperia M4 Aqua ternoda oleh beberapa kelemahan yang cukup mengganggu dalam pemakaian sehari-hari, terutama kapasitas media penyimpanan yang hanya 8 GB.
Pengguna pun terpaksa bergantung pada kartu memori micro-sd dan sering-sering menghapus aplikasi yang tak terpakai.
Itulah harga yang mesti "dibayar" untuk menebus rupa menawan dan tubuh anti-air dari Xperia M4 Aqua, di samping banderol yang mencapai kisaran Rp 4 juta. Apakah sepadan dengan keuntungan yang diperoleh? Semuanya berpulang pada preferensi masing-masing konsumen.
Sony Xperia M4 Aqua
Kelebihan:
+ Desain menarik, mirip ponsel high-end
+ Anti-air dan debu
+ Kinerja keseluruhan baik
Kekurangan
- Media penyimpanan internal hanya 8 GB
- Tidak mendukung fitur USB On-the-Go
- Kualitas kamera biasa saja
Spesifikasi
Nama Resmi
Sony Xperia M4 Aqua
Faktor Bentuk
Full-touchscreen
Bentang dan Jenis Layar
5 inci, 1280x720 (294 ppi), IPS LCD dengan kaca anti-gores
Dimensi Fisik
145,5 x 72,6 x 7,3 mm
Berat
136 gram
Prosesor
Snapdragon 615, quad-core Cortex-A53 1,4 GHz dan quad-core Cortex A-53 1 GHz, GPU Adreno 405
RAM
2 GB
Media Penyimpanan Internal
8 GB
Slot micro-SD
Hingga 128 GB
Kamera Utama
13 Megapixel dengan LED flash
Kamera Depan
5 Megapixel
Kapasitas Baterai
2.400mAh
Jaringan Seluler
GSM/ 3G HSPA/ 4G LTE
Konektor USB
Micro USB
GPS
Ya, dengan dukungan A-GPS
Konektivitas
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi Direct, NFC, Bluetooth 4.1, DLNA jack audio 3,5 mm
Fitur lain
Accelerometer, proximity sensor, kompas, FM radio
Sistem Operasi
Android 5.0 Lollipop