Minggu, 19 April 2015

Tahun 2015 Ini PNS Purbalingga Kini Wajib Pakai Cincin Batu Akik

PNS Purbalingga Kini Wajib Pakai Cincin Batu Akik
Belakangan ini batu akik tengah menjadi tren di kalangan masyarakat. Tidak terkecuali di lingkungan para pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kini para PNS sibuk berdiskusi tentang batu akik.
Sejak seluruh PNS diwajibkan oleh Bupati Purbalingga untuk memakai batu akik, seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Jumat (5/2/2015). Saat ini pun tiada hari tanpa mengobrol seputar batu akik. batu bacan
Tak jarang para PNS ini saling memamerkan batu akik miliknya. Bahkan ada pula PNS yang memakai cincin batu akik nyaris di seluruh jarinya.
Demam batu akik mulai melanda kota ini sejak batu asal Sungai Kliwang yang berada di Purbalingga diminati banyak orang.
Menyadari adanya potensi daerah, bupati pun meminta PNS-nya tak hanya memakai batu akik tetapi juga memasarkan batu akik.
Kebijakan ini pun disambut gembira para perajin, karena bisa menambah pundi-pundi mereka. http://www.hargaterbaruku.com/
Dalam beberapa lomba tingkat nasional, batu akik asal Klawing yang dinilai punya kekhasan sendiri memang kerap menjadi juara. Hingga tak mengherankan jika harga akik Klawing bisa mencapai jutaan rupiah.
Melihat fenomena ini tentu sah-sah saja berbisnis atau demam batu akik, asalkan para PNS ini tidak melupakan tugasnya sebagai pelayan rakyat. (Mar/Mut)

Warga Desa Urai Bengkulu Kini Pindah Alih Bermata Pencarian Pencari Akik

052875600_1423216510-akik
Demam batu akik sudah merambah kepada sendi perekonomian masyarakat pedesaan di Bengkulu. Salah satunya, Desa Urai Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara.
Warga desa berpenduduk 250 kepala keluarga ini sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil mencari butiran emas yang dibawa ombak di sepanjang pesisir pantai berpasir hitam yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.
Seiring waktu, ketersediaan kekayaan alam itu semakin berkurang, warga desa mulai beralih mengandalkan hidup dari hasil perikanan tangkap dan sebagian mulai berladang.
Sebulan terakhir, seiring dengan mewabahnya batu akik, warga mulai mencari bahan baku batu akik yang berserakan di pantai, beragam jenis batu tersedia di antaranya, batu teratai warna merah, hitam dan beberapa warna lain. Jenis lain adalah batu sulaiman, hijau lumut, paca warna serta beberapa jenis batu pantai lain.
Desa ini juga menyimpan kandungan batu daratan yang sangat populer, diataranya Red Rafflesia, Sunkish, Cempaka, Hijau Koja dan Kecubung Wulung.
Sutinah (57) bersama suaminya Akhirin mengaku pendapatan keluarganya melonjak drastis dari hasil menjual bahan batu akik ini. Jika menambang emas di pantai, rata rata setiap hari mereka mendapatkan uang sebesar Rp 250.000 perhari, saat ini penghasilannya bisa mencapai Rp 500.000 hingga satu juta rupiah.
"Terkadang kami mendapatkan batu yang berkelas seperti ungu lavender atau Red Rafflesia kualitas terbaik, kami bisa menjualnya dengan harga tinggi mencapai Rp 2 juta perkilo," ujar Akirin belum lama ini.
Setiap hari kata dia, pasti ada yang singgah untuk melihat bahan akik yang dipajangnya di pinggir jalan. Wajar saja, sebab Desa Urai adalah jalur perlintasan utama di Jalan Lintas Barat Sumatra. Dan hampir semua penduduk desa ini bermata pencarian dari menjual akik.
Bachrin, pembeli batu yang singgah di Desa Urai mengaku bahan akik yang dibelinya berkualitas baik dan jaran ada di tempat lain.
"Kebetulan ada tugas kantor, sekalian saya singgah. Banyak rekan dan keluarga saya minta dikirimkan batu dari Bengkulu," ujar Bachrin yang bertugas di sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu.
Batu akik Bengkulu saat ini sudah mendunia, beberapa event internasional diikuti para perajin dan kolektor.
Ketua Bengkulu Agate Community (BAC) Dr Agus Lansam menyatakan pihaknya terus melakukan promosi dengan mengikuti kontes, pameran dan lomba di dalam dan luar negeri.
"Beberapa kali kita ikut kontes di Bali, Jakarta, Singapura bahkan ke Eropa, tujuannya untuk lebih mengenalkan akik Bengkulu," ujar Dr Agus. (Yuliardi Hardjo Putra/Ars)

Ternyata Pulau Lombok juga Demam Batu Akik

089924400_1423306820-Batu_Akik_-_Lombok_0215
Demam batu akik sudah menyebar hingga ke pelosok daerah. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), para penjual cincin batu akik kini diserbu peminat. Hal itu terlihat di beberapa tempat yang sebelumnya jarang dikunjungi bahkan seolah-olah mati suri namun saat ini ramai dikunjungi. Seperti di simpang Lima Ampenan, atau persimpangan menuju ke pantai Ampenan, Mataram.
Beberapa pedagang batu berjejer di deker bangunan dan mempertontonkan berbagai jenis batu yang dijual. Harga batu batu tersebut sangat beragam mulai dari Rp. 50 ribu hingga puluhan juta rupiah. Umar Syarif (38 tahun) salah seorang pedagang batu sekaligus pengrajin yang menjajakan batu akik sejak puluhan tahun lalu mengaku bahwa saat ini ia bisa mendapat keuntungan banyak karena banyaknya peminat batu.
“Dulu tidak seperti ini, sehari kadang 3 atau 4 orang yang datang belanja. Akhir-akhir ini lumyan banyak bisa sampai 300 orang sehari,” ujar Umar kepada liputan6.com, Sabtu (7/2/2015). Umar mengatakan bahwa kebanyakan orang yang membeli barang dagangannya tersebut biasanya adalah para pengagum batu, baik karena jenisnya ataupun warnanya. Tidak hanya warga lokal, bahkan warga mancanegara pun datang membeli batu batu hasil polesannya.
“Yang banyak beli batu akik ini biasanya warga sini saja, tapi kadang-kadang ada orang luar juga yang beli. Kemarin ada bos-bos datang kesini dan ngeborong puluhan batu cincin yang saya jual,” kata dia. Aan (30 tahun) warga Lombok Timur memiliki banyak koleksi batu akik dengan beragam jenis. Namun batu batu tersebut tidak dijual. Batu-batu itu dijadikannya hiasan. “Saya koleksi batu batu ini sejak dulu, seperti Junjung Drajat, Blue Safier, Fairus dan sebagainya tapi tidak saya jual, malah kalau ada batu batu yang bagus saya beli untuk saya jadikan cincin,” kata Aan saat ditemui liputan6.com beberapa waktu lalu.
Aan tak menampik bahwa akhir-akhir ini peminat batu bertambah banyak seiring beredarnya informasi tentang batu, mulai dari harganya yang mahal hingga kepercayaan sebagian orang tentang khasiat batu akik tersebut. ”Banyak yang nyari batu-batu ini untuk di koleksi, ada yang untuk dijual kembali dengan harga mahal, bahkan ada juga yangnyari batu-batu ini karena dianggap bisa memberikan khasiat seperti kekebalan, dan ketenangan jiwa,” tandas Aan.

Mengintip Beberapa Daerah Penghasil Batu Akik di Indonesia yang Wajib Anda Ketahui

087838800_1423297979-infografis-batu-akik-150207
Indonesia memang kaya akan sumber daya alam. Alam nusantara bukan hanya menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan praktis seperti kayu, minyak, gas, dan lainnya. Keindahan pun berlimpah pada bumi pertiwi. Salah hasil alam Indonesia yang indah adalah batu akik. Berikut ini adalah infografis mengenai daerah-daerah penghasil batu akik di Indonesia.
Screenshot_1Screenshot_2Screenshot_3Screenshot_4Screenshot_5Screenshot_7Screenshot_8Screenshot_9


Mengupas Batu Giok Aceh Jadi Batu Mulia Terindah di Dunia?

007427800_1421145829-batu_akik2
Tersohornya keanekaragaman pesona batu mulia atau batu akik sudah berlangsung sejak masa kesultanan dahulu kala. Berbagai ragam batu asal Indonesia tersebut pun telah menjadi buruan kolektor dan penggila perhiasan meskipun harus membayar harga bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Perburuan batu mulia satu ini pun sudah mencapai ujung barat wilayah Indonesia, apalagi jika bukan Serambi Mekah, Aceh. Perburuan ini bahkan mengibaratkan ukuran kejantanan para pria meningkat tajam jika tangannya terhias dengan cincin aneka jenis batuan dari dalam perut bumi tersebut.
Sejak tiga pekan terakhir, mulai malam datang hingga fajar menjemput, banyak pedagang `kaget` yang menjual aneka jenis batu mulia di kawasan ujung Jalan Panglima Polem, Peunayong Kota Banda Aceh seperti yang dilansir dari laman AntaraNews, Senin (9/2/2015). http://www.hargaterbaruku.com/
Penjual menjajakan batu-batu yang merupakan hasil tambang rakyat dari sejumlah daerah seperti asal Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Aceh Tengah. Harganya pun bervariasi, tergantung pada jenis dan beratnya. Harga berkisar dari Rp 50 Ribu.
Maraknya tren batu mulia ini ditandai juga dengan terbukanya banyak usaha jasa pengasah batu. Dahulu hampir tidak terdengar suara menderu mesin pembelah satu, namun kini suara tersebut terdengar hingga waktunya warga Aceh tertidur lelap.
Alasannya cukup sederhana. Nilai yang dikeluarkan sebagai modal usaha dinilai cukup murah yang disertai dengan adanya keterampilan memotong dan mengasah batu-batuan tersebut. Modal murah, tetapi keuntungan cukup besar-lah yang menjadi landasan bagi warga Aceh.
Giok Aceh merupakan batu terindah di dunia dan diperkirakan dalam kurun waktu 20 tahun ke depan akan terus dicari sehingga harganya masih tetap tinggi. Batu mulia ataubatu akik asal Aceh seperti giok Aceh dan lumut Aceh atau idocrase saat ini mulai dilirik dan menjadi incaran serta harganya juga cukup tinggi.

Beberapa Koleksi Batu Akik Kesayangan Ibu Ani Yudhoyono yang Diupload di IG

batu akik ibu ani yudhoyono
Demam batu akik kini mewabah di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Tak hanya menarik perhatian masyarakat berumur, namun kini batu tersebut juga diminati beragam golongan strata sosial. http://www.hargaterbaruku.com/
Nampaknya tren batu akik sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum pria. Bahkan para pria di usia muda ataupun remaja pun kini tak sungkan untuk memakai aksesoris yang identik dengan pria berusia tersebut. Tapi tak hanya para pria yang menyukainya, nyatanya kaum hawa pun banyak yang tertarik untuk mengkoleksinya.
Salah satu yang terkesima dengan keindahan batu akik tersebut yaitu Ibu Negara Republik Indonesia (RI), Ani Yudhoyono. Pantauan Citizen6 terlihat dalam akun Instagramnya @aniyudhoyono, ibu Ani memiliki beberapa batu akik kesayangan.
Dalam salah satu postingannya pada Senin, 2 Februari 2015 lalu ibu Ani memperlihatkan tiga batu akik dengan warna dan motif yang berbeda. Bahkan ia menyebutkan bahwa batu-batu tersebut merupakan koleksi istimewanya.
"Koleksi Istimewa." --- "Special Collections." #gem #koleksi #collection #gemstone," tulis Ani dalam caption postingannya.
Dari postingan tersebut terlihat para pengguna Instagram menyukai batu-batu cantik yang dimiliki ibu Ani. Bahkan 27 ribu lebih akun menyukai postingan tersebut dan ribuan komentar yang menyebutkan bahwa tiga batu akik tersebut bagus dan memiliki lafadz. Tertarik untuk mengkoleksi aksesoris tangan tersebut?

Siapa Sangka, Ternayat Puluhan Narapidana Bengkulu Diajari Menggosok Batu Akik

089524700_1423669841-Batu_Akik_Bangkulu
Terobosan baru, dalam rangka mempersiapkan pondasi ekonomi para narapidana saat keluar penjara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Malabero kelas II A Bengkulu melatih ketrampilan menggosok batu akik.
Tidak tanggung-tanggung, mereka mendatangkan instruktur berpengalaman dari Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan (LPK) Puspa Antariksa Jakarta. Termasuk menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan mengolah, mulai dari pemotongan gelondongan batu alam, pengasahan, finishing, hingga pemasangan gagang akik agar siap pakai.
Dari 758 narapidana dan tahanan, terpilih 65 narapidana yang dilatih. Tidak hanya menggosok batu, mereka juga dibekali ketrampilan membuat tempe, sabun cair, dan pakan ikan.
Kalapas Klas II A Malabro FA Widyo Putranto mengatakan, warga binaan yang dipimpinya sudah menunjukkan kreatifitas mengasah batu akik. Bahkan, sekarang ini batu akik karya warga binaanya sudah ada yang dujual ke luar Lapas.
"Jenis batu akik yang banyak dipasarkan oleh warga binaan saya adalah jenis batu akik yang sedang naik daun, yaitu batu jenis Red Rafflesia, White rafflesia, dan beberapa jenis batu lokal Bengkulu lain," ujar Widyo saat memantau pelarihan pembuatan batu akik,Bengkulu, Rabu (11/2/2015).
Menurut Widyo, agar kreatifitas warga binaan membuat batu akik tersebut diketahui publik, pihaknya akan menggelar pameran pada 27 April 2015 nanti, saat penghuni lapas kelas II A Malabero dipindahkan ke LP baru di kawasan Bentiring. http://www.hargaterbaruku.com/
Rencana batu akik yang akan dipamerkan adalah batu cincin dan liontin. "Mudah-mudahan hasil kreatifitas yang sedang dilakukan oleh para warga binaan saya ini dapat memberikan efek yang baik dan masa depan bagi mereka," kata dia.
Khusus untuk Liontin Lapas, kata Widyo, pihaknya sedang memesan bor khusus agar nanti peminat liontin bisa digunakan untuk kalung dan berbagai jenis liontin lainnya. batu akik sungai darehbatu akik sulaimanbatu akik combongjenis jenis batukhasiat batu akik
Sekarang ini, lanjut Widyo, hasilnya sudah terlihat. Bahkan 1 orang napi bisa menghasilkan 10-15 biji batu. Batu hasil karya warga binaan ini sudah dijual dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu.
Selain itu pihaknya juga sedang melakukan ujicoba menanam tanaman sayuran di sekitar lapas. Karena keterbatasan lahan, jumlah yang ditanam juga masih sedikit, namun jika Lapas sudah pindah ke lokasi baru, ketersediaan lahan yang luas dan tanaman dapat dikembangkan lebih banyak.